Saturday, April 2, 2011

Bali Devata Ditahan Tim Papan Bawah

Obsesi manajemen yang ingin Bali Devata menang besar atas lawannya Tangerang Wolves belum terwujud. Justru, tim polesan Willy Scheepers, Peter Segrt dan Made Sony Kawiarda tersebut ditahan tim papan bawah Tangerang Wolves 2-2 (1-0), dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), di Stadion Dipta, Gianyar, Sabtu (2/4) kemarin. Atas hasil ini, posisi Laskar Dewata terancam terpental ke papan tengah klasemen LPI.

Tampil di depan pendukungnya, para pemain Bali Devata makin percaya diri (PD). Tim kontestan LPI dari Bali ini, menggunakan pola 4-3-2-1. Beberapa kali tim tuan rumah mengobrak-abrik benteng pertahanan Tangerang Wolves. Akan tetapi, belum mampu menggetarkan jala Suhendra. Gol Bali Devata baru lahir di menit ke-11, melalui aksi individu Ali Pharizi. Legiun asing asal Iran ini melakukan solo run, dan gocekannya yang keras mengarah ke gawang gagal dibendung kiper Tangerang Wolves Suhendra.

Tertinggal 0-1, tim polesan duet pelatih Brazil Paulo Camargo dan Deca dos Santoz ini berupaya mengejar ketinggalan. Tariana Sopandi dan kawan-kawan mulai menggedor lini belakang Bali Devata. Pemain anyar Raphael Maitimo melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan di kotak terlarang, hingga wasit Markus Wanner (Jerman) memberikan hadiah penalti kepada Tangerang Wolves.

Bersyukur, eksekusi Luiz Feitoza di menit ke-33 berhasil diselamatkan kiper Ngurah Komang Arya Perdana. Hingga turun minum tuan rumah masih unggul 1-0. Tim berjuluk Serigala Benteng ini mampu menyamakan kedudukan 1-1, lewat sontekan Luiz Feitoza. Seolah ingin membayar kegagalannya melakukan eksekusi penalti, Luiz mampu menggiring bola dan luput dari hadangan Guillermo Imhoff. Namun, kiper Ngurah Komang Arya meninggalkan sarang berniat menyongsong bola, tetapi gerakan Feitoza yang piawai berkelit dan tinggal mencocorkan bola ke gawang yang melompong karena ditinggal kipernya.

Kedudukan imbang 1-1 di menit ke-60, membuat permainan kian sengit. Wasit Markus mengusir pemain Tangerang Wolves Victor Hugo di menit ke-82 akibat akumulasi dua kartu kuning. Meladeni 10 pemain, Bali Devata pintar memanfaatkan peluang. Adalah pemain pengganti Edy Supriono yang masuk menggantikan Nyoman 'Rafik' Armawan, yang membawa tim Bali Devata unggul 2-1 di menit ke-86. Edy jeli memanfaatkan bola muntah dari kemelut di depan gawang, kemudian dia melesakkan tembakan ke gawang, dan gagal diantisipasi kiper Suhendra.

Sayang kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika. Gol Junaedi yang menyamakan kedudukan 2-2, membungkam ribuan suporter Bali Devata. Sebagaimana biasa, konsentrasi dan fokus lini belakang terpecah belah di menit-menit akhir. Gol pemain belakang Junaedi di injury time persisnya menit ke-91 sungguh menyakitkan. Pergerakan Junaedi tak ada yang mengganggu. Tembakannya dari luar kotak penalti, meluncur deras ke gawang dan gagal diblok kiper Ngurah Komang Arya yang memang kurang sigap. Hingga wasit Markus meniup peluit panjang, skor akhir imbang 2-2.

Akibat skor imbang 2-2, membuat pelatih kepala Willy Scheepers sangat menyesal. Willy dan Raymond mengakui, kedua gol balasan tim tamu sebenarnya tak perlu terjadi, akibat kesalahan asuhannya. Di sisi lain, Manajer Tim Tangerang Wolves Fadlin Akbar mengakui sudah membaca pola permainan Bali Devata. Pihaknya menerapkan strategi variasi antara menyerang dan bertahan, dan ternyata cukup ampuh meredam serangan tim tuan rumah. ''Kami bersyukur bisa membawa pulang satu poin dari Bali,'' ucap Fadlin Akbar didampingi pelatih Paulo Camargo.

Sumber: Balipost.com

Pendukung Bali Devata Disiram Air

Gianyar (Antara Bali) - Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar menyemprotkan air ke para pendukung tim kesebelasan Bali Devata FC karena kepanasan saat Pertandingan Sepak Bola Kompetisi Liga Primer Indonesia di Stadion Dipta, Gianyar, Sabtu (2/4). Pertandingan antara Bali Devata melawan Tangerang Wolves diwarnai banyaknya pelanggaran yang sempat memicu reaksi penonton dan pertandingan berakhir imbang 2-2
Sumber : http://bali.antaranews.com/photo/807/pendukung-bali-devata-disemprot-air

Bali De Vata Ditahan Tangerang Wolves

Gol Junaedi satu menit sebelum laga berakhir membuyarkan kemenangan Bali De Vata yang sudah ada di depan mata.


Bali De Vata gagal memaksimalkan tampil di kandang sendiri untuk mendekati pemuncak klasemen Liga Primer Indonesia [LPI] Persema Malang setelah hanya bermain imbang 2-2 melawa Tangerang Wolves di Stadion Dipta, Gianyar, Sabtu [2/4].

Tambahan satu angka itu membuat Bali De Vata harus puas naik satu tangga ke peringkat empat dengan koleksi nilai 21, dan menggeser Medan Chiefs. Bali De Vata terpaut lima angka dari Persema.

Sementara itu, raihan satu angka juga memperbaiki posisi Tangerang Wolves yang naik ke peringkat 16 dengan menggeser Bandung FC dan Manado United. Wolves mengumpulkan poin sama tujuh dengan Bandung FC, dan unggul satu angka dari Manado United.

Bermain di hadapan pendukungnya, Bali De Vata langsung memperagakan permainan agresif melawan tim papan bawah LPI tersebut. Tim besutan Willy Scheepers itu menempatkan Ilija Spasojevic sebagai striker tunggal.

Permainan ofensif yang dikembangkan tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-12. Publik tuan rumah bersorak ketika Ali Parhizi mencetak gol yang membawa Bali De Vata unggul lebih dulu dari lawannya.

Namun kegembiraan itu tidak bertahan lama. Berhasil mencetak gol dalam waktu relatif singkat membuat Bali De Vata lengah. Akibatnya, selang delapan menit kemudian, tendangan jarak jauh yang dilepaskan Luis Feitoza berhasil menyamakan kedudukan.

Tersentak dengan gol tersebut, Bali De Vata meningkatkan intensitas serangannya. Kendati mendapatkan sejumlah peluang, tidak satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Hingga babak pertama usai, skor 1-1 tetap bertahan.

Di babak kedua, Bali De Vata tidak mengendurkan serangannya ke pertahanan lawan. Sedangkan Wolves mulai bisa menemukan bentuk permainan, sehingga memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah. Duet ujung tombak Kurniawan Dwi Yulianto dan Wallace da Silva membuat repot benteng pertahanan tuan rumah.

Melihat perlawanan tim tamu, Bali De Vata tidak mau mengambil risiko dengan menekan pertahanan Wolves. Kendati demikian, publik Stadion Gipta kembali bersorak setelah Edi Supriyono menjebol gawang tim tamu di menit ke-86.

Merasa di atas angin menjelang laga usai, Bali De Vata kembali lengah. Kondisi ini dimanfaatkan Wolves untuk menyamakan kedudukan. Hasilnya, satu menit sebelum laga usai, tendangan keras Junaedi merobek jala Ngurah Arya Perdana, sehingga pertandingan ditutup dengan skor 2-2.

Sumber dari: goal.com