Obsesi manajemen yang ingin Bali Devata menang besar atas lawannya Tangerang Wolves belum terwujud. Justru, tim polesan Willy Scheepers, Peter Segrt dan Made Sony Kawiarda tersebut ditahan tim papan bawah Tangerang Wolves 2-2 (1-0), dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), di Stadion Dipta, Gianyar, Sabtu (2/4) kemarin. Atas hasil ini, posisi Laskar Dewata terancam terpental ke papan tengah klasemen LPI.
Tampil di depan pendukungnya, para pemain Bali Devata makin percaya diri (PD). Tim kontestan LPI dari Bali ini, menggunakan pola 4-3-2-1. Beberapa kali tim tuan rumah mengobrak-abrik benteng pertahanan Tangerang Wolves. Akan tetapi, belum mampu menggetarkan jala Suhendra. Gol Bali Devata baru lahir di menit ke-11, melalui aksi individu Ali Pharizi. Legiun asing asal Iran ini melakukan solo run, dan gocekannya yang keras mengarah ke gawang gagal dibendung kiper Tangerang Wolves Suhendra.
Tertinggal 0-1, tim polesan duet pelatih Brazil Paulo Camargo dan Deca dos Santoz ini berupaya mengejar ketinggalan. Tariana Sopandi dan kawan-kawan mulai menggedor lini belakang Bali Devata. Pemain anyar Raphael Maitimo melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan di kotak terlarang, hingga wasit Markus Wanner (Jerman) memberikan hadiah penalti kepada Tangerang Wolves.
Bersyukur, eksekusi Luiz Feitoza di menit ke-33 berhasil diselamatkan kiper Ngurah Komang Arya Perdana. Hingga turun minum tuan rumah masih unggul 1-0. Tim berjuluk Serigala Benteng ini mampu menyamakan kedudukan 1-1, lewat sontekan Luiz Feitoza. Seolah ingin membayar kegagalannya melakukan eksekusi penalti, Luiz mampu menggiring bola dan luput dari hadangan Guillermo Imhoff. Namun, kiper Ngurah Komang Arya meninggalkan sarang berniat menyongsong bola, tetapi gerakan Feitoza yang piawai berkelit dan tinggal mencocorkan bola ke gawang yang melompong karena ditinggal kipernya.
Kedudukan imbang 1-1 di menit ke-60, membuat permainan kian sengit. Wasit Markus mengusir pemain Tangerang Wolves Victor Hugo di menit ke-82 akibat akumulasi dua kartu kuning. Meladeni 10 pemain, Bali Devata pintar memanfaatkan peluang. Adalah pemain pengganti Edy Supriono yang masuk menggantikan Nyoman 'Rafik' Armawan, yang membawa tim Bali Devata unggul 2-1 di menit ke-86. Edy jeli memanfaatkan bola muntah dari kemelut di depan gawang, kemudian dia melesakkan tembakan ke gawang, dan gagal diantisipasi kiper Suhendra.
Sayang kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika. Gol Junaedi yang menyamakan kedudukan 2-2, membungkam ribuan suporter Bali Devata. Sebagaimana biasa, konsentrasi dan fokus lini belakang terpecah belah di menit-menit akhir. Gol pemain belakang Junaedi di injury time persisnya menit ke-91 sungguh menyakitkan. Pergerakan Junaedi tak ada yang mengganggu. Tembakannya dari luar kotak penalti, meluncur deras ke gawang dan gagal diblok kiper Ngurah Komang Arya yang memang kurang sigap. Hingga wasit Markus meniup peluit panjang, skor akhir imbang 2-2.
Akibat skor imbang 2-2, membuat pelatih kepala Willy Scheepers sangat menyesal. Willy dan Raymond mengakui, kedua gol balasan tim tamu sebenarnya tak perlu terjadi, akibat kesalahan asuhannya. Di sisi lain, Manajer Tim Tangerang Wolves Fadlin Akbar mengakui sudah membaca pola permainan Bali Devata. Pihaknya menerapkan strategi variasi antara menyerang dan bertahan, dan ternyata cukup ampuh meredam serangan tim tuan rumah. ''Kami bersyukur bisa membawa pulang satu poin dari Bali,'' ucap Fadlin Akbar didampingi pelatih Paulo Camargo.
Sumber: Balipost.com
No comments:
Post a Comment